Posts

U Turn?

  Sebenernya nda pernah kepikiran bakal bisa mengambil jalan yang seperti ini. Terus menerus aku tekankan ke diri sendiri, ini yang terbaik, ini yang harusnya dilakukan manusia yang sudah dewasa. Sudah waktunya kamu sadar tanpa basa basi lagi, ini bukan sekedar permainan lagi. Waktu yang kamu niilai tidak terhingga harganya itu sudah tidak bisa dipermainkan lagi. Karena pada akhirnya lebih baik sendiri dalam kepompong hingga benar-benar matang, dari pada berlarian bebas dengan dalih ingin mematangkan diri. And this how things end up. Aku tak seharusnya menyesal atau terpikirkan untuk merasakan itu, aku terus memaksa dalam hati “kamu harus bangga, kita harus bangga, dan   ku rasa dia juga bangga.” Ucapku dalam hati setiap harinya, setiap aku pandangi layar smartphone tanpa ada tujuan. Tapi kadang aku kalah dan aku akui aku rindu tanda pemberitahuan yang membeludak itu, tulisan panajng yang setiap balasannya di balas dengan berpikir dan tidak sembarangan, yang ...

Enggan

Rasanya berubah dan berebda, dari hari-hari biasa yang ku jalani sekitar 5 sampai 6 tahun lalu. Masih bertengkar rasanya nuraniku, haruskah kutulis ini atau tetap ku pendam dalam hati. Hi Aku pelaut yang mengaku berbeda dari pelaut kebanyakan, yang kalian pandang sebelah mata dan penuh hal negative, aku berharap aku tidak di pandang seperti itu karena aku merasa tidak begitu. Hi Aku bukan yang itu, yang macam pelaut yang engkau pikir hidupnya penuh dengan kemewahan dan foya-foya akan hal negative. Aku punya hidup yang lain, yang tak kutunjukkan karena kau pun tak peduli.

Pejuang Ombak

Pelaut itu Playboy, istrinya di setiap pulau, nakal dan sering main dengan yang barang-barang haram. Hanya itu semua yang kalian dengar? Bagaimana dengan pelaut yang tidak bisa pulang di saat orang tuanya sakit dan tidak bisa menemani mereka di detik-detik terakhir hidupnya? Bagaimana dengan pleaut yang tidak bisa berada di samping istrinya saat melahirkan anak pertama mereka? Bagaimana dengan pelaut yang bekerja tanpa henti jauh di tengah lautan hanya untuk kembali ke rumah tanpa cinta? Bagaimana mereka yang telah mengikat janji namun dikalahkan oleh jarak dan keadaan?