U Turn?
Sebenernya nda pernah kepikiran bakal bisa mengambil jalan yang seperti ini. Terus menerus aku tekankan ke diri sendiri, ini yang terbaik, ini yang harusnya dilakukan manusia yang sudah dewasa. Sudah waktunya kamu sadar tanpa basa basi lagi, ini bukan sekedar permainan lagi. Waktu yang kamu niilai tidak terhingga harganya itu sudah tidak bisa dipermainkan lagi. Karena pada akhirnya lebih baik sendiri dalam kepompong hingga benar-benar matang, dari pada berlarian bebas dengan dalih ingin mematangkan diri. And this how things end up. Aku tak seharusnya menyesal atau terpikirkan untuk merasakan itu, aku terus memaksa dalam hati “kamu harus bangga, kita harus bangga, dan ku rasa dia juga bangga.” Ucapku dalam hati setiap harinya, setiap aku pandangi layar smartphone tanpa ada tujuan. Tapi kadang aku kalah dan aku akui aku rindu tanda pemberitahuan yang membeludak itu, tulisan panajng yang setiap balasannya di balas dengan berpikir dan tidak sembarangan, yang ...